Monday, 14 November 2011

Laporan Praktikum Blok 2 UP 2

Untuk download bisa disini dan disini ;)
 TUGAS INDIVIDU
LAPORAN PRAKTIKUM
PENGENALAN BANGSA-BANGSA UNGGAS PRODUKTIF
BLOK 2 PRAVETERINER 

Disusun Oleh :
Rahmad Dwi Ardhiansyah
11/311498/KH/06957/PS
Kelompok 1

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2011


Praktikum Pengenalan Bangsa-Bangsa Unggas
Pasar Satwa dan Tanaman Hias YogyaKarta (PASTY)
Jalan Bantul Km 1, Dongkelan, Mantrijeron, Yogyakarta

A.   Tujuan Pembelajaran
1.      Mengamati Beberapa Ragam jenis Unggas yang ada.
2.      Mengumpulkan data Tentang Unggas berdasarkan Perbedaan Kelamin.

B.   Tinjauan Pustaka
a.       Burung Perkutut
Burung perkutut Selama ini patokan yang dijadikan katuranggan ada beberapa hal, misalnya bentuk kepala, paruh, badan, dan ekor. Patokan tersebut adalah sebagai berikut :
·         Perkutut yang bentuk kepalanya bulat lonjong seperti buah jambe diperkirakan mampu mengeluarkan suara yang bagus dan maksimal. Burung yang mempunyai bentuk kepala demikian diperkirakan kemerduan suaranya dapat bertahan sampai tua. Oleh karena itu, kepala demikian termasuk kategori terbaik.
·         Perkutut yang bentuk kepalanya mbeton nongko (seperti biji nangka) diperkirakan mempunyai kemerduan suara yang cukup bagus dan bisa bertahan sampai tua. Namun, kemerduan suara tersebut jarang yang mencapai maksimal.
·         Perkutut yang bentuk kepalanya bulat seperti mata uang diperkirakan mempunyai kemerduan suara yang cukup bagus dan akan terus meningkat sampai burung tersebut berumur 24 tahun. Selebihnya suaranya akan menurun.
·         Perkutut yang bentuk paruhnya ngepel (seperti buah burahol), bentuk badan ngontong (seperti kuncup bunga pisang), dan dipadu dengan ekor yang meruncing, bisa diperkirakan mempunyai suara tengah yang cukup jelas dan bersih. Burung dengan ciri-ciri seperti ini termasuk burung yang paling baik.
·         Perkutut yang bentuk paruhnya nggabah (seperti butiran padi), bentuk badan seperti buah nangka , dan ekornya agak panjang dengan bagian belakang agak tumpul diperkirakan bersuara tengah baik. Burung dengan ciri ini termasuk kategori baik.
·         Burung yang bentuk paruhnya mapah gedhang (seperti pelepah pisang), bentuk badan mbluluk (seperti buah kelapa muda), dan ekornya pendek meruncing, diperkirakan suara tengahnya cukup baik. Burung dengan ciri seperti ini termasuk kategori cukup baik (anonim, 2010).
Berikut adalah ciri-ciri perkutut jantan dan betina yang telah dewasa.
1.     Ciri-ciri perkutut jantan
Tanpa pengamatan yang seksama, agak sulit bagi pemula untuk membedakan perkutut jantan di antara sekawanan perkutut. Namun, jika dengan teliti diperhatikan, seekor perkutut jantan mudah dibedakan dari perkutut betina. Perkutut jantan mempunyai raut muka yang berkesan garang. Kulit yang mengelilingi mata terlihat tebal dan bulat sehingga sorot matanya menjadi terlihat tajam. Tanda lainnya ialah pupur (bulu putih keabu-abuan di kepala) lebih dari separuh kepala, kepala tipis, dan ekor panjang. Oleh karena itu, warna bulu kepala perkutut jantan terlibat lebih terang dibanding kepala perkutut betina. Selain itu, perkutut jantan juga memiliki paruh yang panjang, tebal, dan melengkung (ciri ini agak sulit dipahami). Tubuhnya secara keseluruhan terlihat lebih besar daripada perkutut betina.
Perkutut jantan juga bisa ditandai dari perilaku seksualnya. Setelah dewasa kelamin, perkutut jantan akan menampakkan perilaku seksual yang khas jika berdekatan dengan betina, yaitu berbunyi sambil menganggukkan kepala di dekat seekor betina (anonim, 2010).
2.     Ciri-ciri perkutut betina
Perkutut betina memiliki raut wajah sayu. Kulit yang mengelilingi mata terlihat tipis sehingga sorot matanya terkesan sayu. Tubuhnya lebih kedl dari yang jantan. Selain itu, pupur tidak lebih dari separuh bagian kepala (sehingga warna bulu kepalanya terkesan gelap), kepala kecil dan bundar, paruh lurus, serta ekor pendek. Jika dilihat secara keseluruhan, ukuran tubuhnya tampak lebih kecil daripada perkutut jantan (anonim, 2010)

b.      Menthok
Karakteristik mentok peliharaan yaitu: pandai terbang, tetapi mentok peliharaan hampir tak pernah terbang jauh, biasanya lebih gemuk, di mana jantan bisa mencapai 7 kg dan betina mencapai 5 kg, berwarna dominan hitam dan putih, mentok memiliki kulit atau tonjolan kulit berwarna merah dan hitam di sekitar mata dan wajah, paruh gemuk pendek khas bebek, putih kemerahan, kaki gemuk pendek berselaput renang, abu-abu kehitaman, ekor memipih datar agak lebar (priyowidodo, 2011)

c.       Ayam Kalkun
Kalkun atau ayam kalkun adalah sebutan untuk dua spesies burung berukuran besar dari ordo Galliformes genus Meleagris. Kalkun betina lebih kecil dan warna bulu kurang berwarna-warni dibandingkan kalkun jantan. Sewaktu berada di alam bebas, kalkun mudah dikenali dari rentang sayapnya yang mencapai 1,5-1,8 meter. Spesies kalkun asal Amerika Utara disebut M. gallopavo sedangkan kalkun asal Amerika Tengah disebut M. ocellata.

d.      Ayam Cemani
Ayam Cemani Berasal dari Jawa tengah.
Adapun karakteristik ayam cemani yaitu:
·         Berat badan pejantan 1,8 kg, betina 1-1,2 kg. Memiliki tubuh yang tipis dan padat, jengger tunggal dengan 7 ujung, ekor lurus dan rata, kaki yang panjang memiliki taji tajam yang panjang.
·         Karakteristik paling penting dari ayam cemani ini adalah semuanya hitam: bulu hitam dengan kilau kehijauan, kaki dan kuku hitam, paruh dan lidah hitam, jengger dan pial hitam, daging dan tulangnya hitam dan organ dan darahnya berwarna hitam.

e.       Ayam Bekisar
Ayam bekisar adalah hasil perkawinan antara ayam hutan hijau jantan (Gallus varius) dan ayam kampung/ayam buras betina (Gallus gallus domesticus).
Ayam bekisar memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan ukuran ayam kampung jantan, tetapi lebih besar daripada induk jantannya. Warna bulunya hitam kehijauan dan mengkilap. Memiliki suara yang halus dan khas: tersusun dari dua nada.
Ayam bekisar, karena ia hasil persilangan antara dua jenis yang berbeda, biasanya mandul. Namun demikian, tidak semuanya demikian. Ada pula ayam bekisar (jantan atau betina) yang bila dikawinkan dengan ayam kampung menghasilkan keturunan.
Ciri-ciri khusus dari ayam bekisar yang paling menonjol adalah bentuk bulu leher yang ujungnya bulat/lonjong bukan lancip. Jika dibandingkan dengan ayam jago biasa maka akan terlihat jelas. Bentuk ayam yang mirip sekali dengan bekisar adalah hasil silangan ayam bekisar dengan ayam kampung yang dinamakan bekikuk. Bentuk dan posturnya sama, hanya kadang-kadang pial dan bulu lehernya yang berbeda (Fumihito, dkk, 1994).

f.       Ayam Bangkok
ayam bangkok ini tidak berbeda dengan ayam lain pada umumnya. Biasanya ada perbedaan dalam pengamatan fisik atau tampak luarnya saja. Misalnya warna bulu, besar kecilnya dan produktivitas telurnya. Galur(keturunan) murni ayam bangkok mempunyai bulu hias berwarna merah mengkilap, dengan dasar warna hitam kehijauan. Hal ini dikarenakan asal-usul nya yang termasuk species Gallus gallus atau Gallus bankiva memiliki warna bulu yang serupa. Bulu hias ini terdapat pada bagian leher dan punggung.

Ukuran tubuh dapat diketahui berdasarkan bobot badan. ayam bangkok pejantan yang sudah dewasa berat badanya berkisar antara 2-2,5 kg. sementara betinanya berkisar 1,5 kg. Berat ringanya ini dipengaruhi oleh tebal atau tipis tulangan dari ayam bangkok itu sendiri (Setiawan, 2010)

Ciri-ciri induk betina yang bagus :
1. Kepala seperti kepala ular,kalau dilihat dari depan
2. Mata menjorok kedalam dan bersih
3. Badan kalau dipegang seperti botol atau seperti batang pinang
4. Kaki kering dengan jari kaki halus dan panjang
5. Tulang sapit udang lebar (tulang dibawah pangkal ekor) 3 – 4 jari
6. Tidak pernah sakit dari anakan
7. Kalau dapat ada tajinya lebih bagus
8. Bulu mengkilat

Ciri-ciri induk jantan yang bagus :
1. Kepala seperti buah pinang
2. Tulang kepala tebal dengan alis menjorok keluar
3. Tulang leher rapat
4. Kepak sayap rapat ke badan
5. Paruh melengkung sepeti paruh elang dan agak panjang
6. Kaki dan sisik kering
7. Jari kaki halus dan panjang
8. Tulang ekor(tulang sapit udang) rapat dan keras
9. Mempunyai kokok yang besar
10. Bulu mengkilat
11. Memiliki badan yang bulat seperti batang pinang
12. Memiliki tulang yang kokoh dan tegak seperti burung elang


g.      Ayam Walik (pitik walek)
ayam walik, ayam dengan bulu yang tidak menutupi badan tetapi tegak berdiri. ayam itu mempunyai bulu yang lucu. Warnanya unik dia lincah. Bentuk tubuhnya gagah. Dia sangat pandai bertengger, dia pintar mencari makan.

h.      Ayam Katai
Ayam katai merupakan ayam yang berukuran kecil atau mini. selain-ukurannya yang mini, perpaduan keunkan dan kelincahan ayam katai menjadi daya tariknya. Beberapajenis ayam katai yang populer adalah katai bangkok.

i.        Ayam Hutan
Ayam hutan dari spesies Gallus diduga merupakan nenek moyang dari semua jenis ayam yang ada saat ini. Beberapa jenis ayam hutan yang dikenal adalah sebagai berikut.
Gallus varius atau green junglefowl
Gallus varius merupakan ayam hutan hijau yang hidup di hutan-hutan pulau Jawa, terutama Jawa Tengah, Jawa Timur; Madura; Bali; Lombok, Flores, dan Nusa Tenggara. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut.
·         Warna bulu pada ayam jantan dilapisi lapisan hijau di permukaan atasnya, sedangkan pada ayam betina berwarna cokelat kekuningan.
·         Jengger hanya satu (single comb)dan permukaan jenggernya licin serta rata atau tidak bergerigi.
·         Pial satu helai dan terletak di antara kedua belah tulang rahang bawah.
·         Bulu ekor utama sebanyak 16 helai.
·         Bulu leher pada jantan bulat dan pendek-pendek.

j.        Burung Angsa
Angsa adalah anggota terbesar dari famili Anatidae, dan merupakan salah satu burung air terbesar yang dapat terbang. Spesies terbesar dari angsa, yaitu Angsa Putih, Angsa Trompet, dan Angsa Whooper dapat mencapai panjang 60 inci dan berat 50 pound. Bentangan sayap mereka dapat mencapai panjang tiga meter. Dibandingkan dengan saudaranya, angsa berleher pendek, angsa berukuran lebih besar dalam ukuran dan secara proporsional memiliki kaki dan leher yang lebih besar. Pada angsa dewasa, mereka mempunyai tanda berupa kulit yang tidak ditutupi bulu di antara mata dan paruh. Angsa jantan dan betina mirip, tidak menunjukkan sifat dimorfisme seksual. Namun ukuran angsa jantan umumnya lebih besar dan lebih berat.
Angsa makan di daratan dan di air. Mereka hampir selalu bersifat herbivora, meski sejumlah kecil hewan akuatik kecil menjadi mangsa mereka. Di perairan, makanan mereka dapatkan dengan menyaring air, dan makanan mereka terdiri dari akar-akaran, batang, dan daun tanaman akuatik dan tanaman dalam air.
Angsa membentuk ikatan monogami yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun. Dalam beberapa kasus, ikatan ini dapat berlangsung seumur hidup. Sarang mereka berada di daratan dekat perairan, dan jaraknya sekitar satu meter. Tidak seperti bebek dan angsa berleher pendek, angsa jantan membantu pembangunan sarang. Ukuran rata-rata telur angsa adalah (tinggi x diameter) 113 x 74 mm dan berat 340 g. Inkubasi berlangsung selama 34-45 hari (kear, 2005)

k.      Burung Puyuh
·         Burung ini Berasal dari Amerika dan pertama kali diternakkan tahun 1870.
·         Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil dan berkaki pendek.
·         Jantan Merupakan Pedaging sedangkan Betina Merupakan Petelur, tetapi betina yang akhir juga di manfaatkan dagingnya.

l.        Burung Merpati
·         merpati mempunyai sifat damai hampir tidak ada Pack Order dan kanibalisme walaupun ditempatkan dalam satu kandang, mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, memilih pasangan sendiri, bersifat monogami, dan mempunyai sifat sense of location dalam waktu yang lama dan dalam jarak yang jauh.
·         burung merpati mengeluarkan cairan berwarna krem menyerupai susu dari tembolok induk jantan maupun betina. Crop milk yang diproduksi oleh tembolok induk merpati warnanya menyerupai keju dan cair, diproduksi sebelum  telur menetas. Cairan tsb diberikan induk merpati kepada squab (anak burung merpati) dengan cara meloloh (proses regurgitasi) dan memompa ke dalam mulut squab.
·         Ukuran merpati jantan lebih besar dengan tekstur bulu lebih besar dan bulu leher tebal(Priyowidodo, 2011).






C. Metode
Menggunakan Metode Pengamatan beserta Observasi data dari Penjual.

D.   Materi
Materi Yang digunakan dalam Praktikum adalah :
1.      Alat Tulis
2.      Kamera Digital

E.   Hasil Pengamatan
·         Burung Perkutut
Membedakan
a.)    Jantan : pada bagian belakang memiliki 2 tulang yang tersembunyi dan bila diraba akan terasa kecil , kepala terlihat besar, bulu ekor lebih panjang.
b.)    Betina : pada bagian belakang memiliki 2 tulang yang tersembunyi dan bila diraba akan terasa lebar dan besar, kepala terlihat kecil, bulu ekor lebih pendek.

·         Menthok
Membedakan
a.       Jantan : ukuran tubuh lebih panjang, gemuk, dan besar.
b.      Betina : ukuran tubuh kecil, bulat,dan pendek.
ciri-ciri:Warna bulu hitam putih, paruh lebar, kaki berselaput

·         Ayam Kalkun : harga 400rb
Membedakan
a.       Jantan : lebih besar, di bulunya terdapat terotol-terotol bewarna mengkilap, jengger terlihat jelas dan besar.
b.      Betina : kecil, warna biasa, jengger tidak terlalu nampak.
Ciri-ciri: Warna bulu hitam hingga coklat abu-abu, ketka dewasa kepala botak, bulu ekor bagian ujung putih dengan garis hitam.

·         Ayam Cemani : paling murah 175 rb, paling mahal 100jt
Membedakan
a.       Jantan : Jengger besar dan bulunya hitam mengkilap
b.      Betina : Jengger kecil dan bulunya hitam pekat tak mengkilap ( biasa-biasa saja )
ciri-ciri:Tubuh luar berwarna hitam, darah merah tua. 
·         Ayam bekisar
Membedakan
a.       Jantan : suara nyaring, besar, bentuknya seperti ayam jago, bulunya mengkilap.
b.      Betina : kecil, seperti ayam babon, bulunya polos tak mengkilap.

·         Ayam Bangkok
Membedakan
a.       Jantan : ukuran tubuh besar, jengger besar, dan bulu tampak mengkilap.
b.      Betina : ukuran tubuh agak kecil, jengger kecil hampir tak tampak, dan bulu tidak terlalu mengkilap.

·         Ayam Walek ( Pitik Walik )
Membedakan
a.       Jantan : Terlihat dan tampak jalunya / jenggernya.
b.      Betina : Tidak terlalu tampak jalu/jenggernya.


·         Ayam Kate
Membedakan
a.       Jantan :  Pial dan gerigi/jengger besar
b.      Betina : Pial dan gerigi/jengger kecil

·         Ayam Hutan ( Ayam Liar)

Membedakan
a.       Jantan : Warna bulu mengkilap dan tampak nyempreng/lebih indah dan menarik.
b.      Betina : Warna bulu biasa serta agak keruh.

·         Burung Angsa
Membedakan
a.       Jantan : Tampak dan terdapat nonong ( benjolan ) didepan muka serta ukurannya lebih tinggi .
b.      Betina : Tidak tampak nonong ( benjolan ) didepan muka serta ukurannya pendek.

·         Burung Puyuh
Membedakan
a.       Jantan : Pada bagian dada ayam atau seluruhnya bewarna terkombinasi dengan trotol-trotol/bintik-bintik biasanya bewarna coklat tua.
b.      Betina : Bulu ayam polos tanpa bintik-bintik/trotol-trotol biasanya bewarna coklat muda polos.

·         Burung Merpati
Membedakan
a.       Jantan : Memiliki tubuh yang besar, Paruh kasar dan agak pendek, bisa mendengkur dan mengembangkan bagian lehernya, warna bulunya mengkilat.
b.      Betina : Memiliki tubuh yang relatif kecil, Paruh Lebih Tipis dan memanjang,

F.    Pembahasan
Unggas Merupakan ternak bersayap, yang dalam taksonomi zoologinya termasuk golongan kelas Aves. Jenis unggas cukup banyak, di antaranya adalah ayam, itik, kalkun, dan angsa. Secara taksonomi zoology bangsa burung bisa digolongkan sebagai unggas, tetapi sampai saat ini yang tercantum dalam undang-undang pokok kehewanan, bangsa burung masih belum digolongkan ternak unggas. Di dalam undang-undang tersebut bahwa yang dimaksud sebagai unggas adalah ternak bersayap yang sudah lazim di pelihara oleh masyarakat. Tidak menutup kemungkinan bangsa burung masuk dalam jenis unggas karena burung secara taksonomi zoology juga termasuk ke dalam kelas Aves, selain itu burung juga mempunyai ciri-ciri seperti unggas (Susilorini,2009).
Berdasarkan Kunjungan di PASTY (Pasar Satwa dan Tumbuhan Hias Yogyakarta), Jenis-jenis unggas bisa kita ketahui secara pasti. Berbagai aneka unggas ada disana, termasuk ayam, angsa, menthok, dan lain-lain. Penjelasan Tentang Unggas tersebut dapat dipahami dibawah ini.
Burung Perkutut merupakan Unggas yang hampir mirip dengan Burung dara. Menurut Literatur yang didapat diungkapkan bahwa Perkutut jantan mempunyai raut muka yang berkesan garang. Kulit yang mengelilingi mata terlihat tebal dan bulat sehingga sorot matanya menjadi terlihat tajam. pupur lebih dari separuh kepala, kepala tipis, dan ekor panjang. Oleh karena itu, warna bulu kepala perkutut jantan terlibat lebih terang dibanding kepala perkutut betina. perkutut jantan juga memiliki paruh yang panjang, tebal, dan melengkung. Tubuhnya secara keseluruhan terlihat lebih besar daripada perkutut betina. Perkutut jantan bisa ditandai dari perilaku seksualnya. Setelah dewasa kelamin, perkutut jantan akan menampakkan perilaku seksual yang khas jika berdekatan dengan betina, yaitu berbunyi sambil menganggukkan kepala di dekat seekor betina. Selain dari literatur, tambahan dari pengamatan saat di PASTY yaitu Jantan pada bagian belakang memiliki 2 tulang yang tersembunyi dan bila diraba akan terasa kecil , kepala terlihat besar, bulu ekor lebih panjang, sedangkan pada betina merupakan kebalikannya.
Menthok merupakan Unggas Yang memiliki Karakteristik pandai terbang, tetapi tak pernah terbang jauh, biasanya lebih gemuk, berwarna dominan hitam dan putih. Mentok memiliki tonjolan kulit berwarna merah dan hitam di sekitar mata dan wajah, kaki gemuk pendek berselaput renang, ekor memipih datar agak lebar. Sedangkan cara membedakan jantan betinanya ialah dengan melihat ukuran tubuhnya jikalau jantan lebih panjang, gemuk dan besar dan betinanya merupakan kebalikannya.
Ayam Kalkun adalah Unggas yang berasal dari Amerika. Kalkun memiliki sayap yang lebar dengan panjang mencapai 1,8 meter. Kalkun betina lebih kecil dan warna bulu kurang berwarna-warni dibandingkan kalkun jantan. Berdasarkan hasil pengamatan di PASTY juga dapat dijadikan tambahan bahwan Kalkun jantan itu Lebih besar dari pada betina, Pada jantan memiliki Jengger Yang jelas sedangkan pada betina tidak terlalu nampak.
Ayam Cemani Adalah Unggas Yang disebut memiliki kekuatan mistik. Ayam ini berasal dari daerah Jawa Tengah. Ayam ini Memiliki Jengger tunggal dengan 7 ujung, tubuhnya tipis dan padat, Kakinya tajam dan memiliki taji tajam yang panjang. Ayam Cemani ini memiliki karakteristik yang berbeda yaitu semua yangb ada pada tubuhnya itu berwarna hitam  kecuali pada darahnya. Untuk membedakan Jantan Betina itu terdapat pada Jenggernya, Jantan Memiliki Jengger yang besar dibandingkan betina. Bulu dari ayam cemani jantan pun lebih terlihat mengkilap dibanding betina.
Ayam Bekisar merupakan ayam yang berukuran lebih kecil dari ayam kampung, memiliki bulu hitam kehijauan dan mengkilap, bulu leher yang ujung terlihat lonjong. Sedangkan untuk membedakan betina dan jantan terdapat pada bentuk tubuh, suara, dan Bulunya.
Ayam Bangkok Memiliki bulu hias berwarna merah mengkilap, dengan dasar hitam kehijauan. Bulu Hias itu terdapat pada leher dan punggung. Ayam Bangkok Jantan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar daripada betina. Pada jantan memiliki Jengger yang besar sedangkan pada betina jenggernya tidak terlalu nampak. Bulu betina pun terlihat polos, berbeda dengan jantan yang memiliki warna mengkilap.
Ayam Walik Merupakan Unggas yang menarik. Ayam ini memiliki ciri khas pada bulunya yang terlihat tegak dan terbalik serta tidak menutupi badannya secara utuh. Warna nya pun unik dibanding unggas lainnya. Ayam ini lincah dan pandai bertengger. Perbedaan betina jantan pada ayam ini yaitu pada jenggernya, Jengger Jantan lebih nampak dibanding yang betina.
Ayam Katai merupakan ayam yang berukuran kecil atau mini. selain-ukurannya yang mini, perpaduan keunkan dan kelincahan ayam katai menjadi daya tariknya. Jantan Memiliki pial yang besar sedangkan Betina pialnya kecil.
Ayam Hutan adalah nenek monyang dari segala jenis ayam. Ayam ini memiliki pial satu helai dan terletak diantara kedua belah tulang rahang bawah, bulu ekornya rata-rata sebanyak 16 helai, bulu leher pada jantan bulat dan pendek, jengger hanya satu dan permukaan jenggernya licin rata atau tidak bergerigi, warna bulu atas pada jantan dilapisi lapisan hijau, sedangkan pada betina berwarna coklat kekuningan.
Burung Angsa merupakan burung air terbesar yang dapat terbang. Bentangan sayap angsa bisa mencapai 3 meter. Pada umumnya angsa memiliki leher yang panjang, tetapi ada juga angsa yang memiliki leher pendek. Angsa jantan dan betina tidak menunjukkan sifat dimorfisme seksual, namun ukuran angsa jantan lebih besar dan berat dibanding dengan angsa betina. Pada jantan terdapat Nonong (benjolan) di depan muka serta ukurannya lebih tinggi, sedangkan pada betina nonong di depan muka tidak tampak dan ukuran tubuhnya pun lebih pendek.
Burung Puyuh berasal dari amerika. Burung jenis ini tidak dapat terbang dan ukuran tubuhnya relatif kecil dan berkaki pendek. Betinanya saat masa produktif biasanya dimanfaatkan sebagai petelur, sedangkan pada tahap afkir dimanfaatkan dagingnya. Jantan hanya bisa dimanfaatkan sebagai pedaging saja. Jantan pada bagian dada atau seluruh tubuhnya berwarna terkombinasi dengan totol-totol yang biasanya berwarna coklat tua, sedangkan betina bulunya polos tanpa bintik-bintik.
Burung Merpati adalah burung yang melambangkan kesetiaan, karena bersifat monogami dan mempunyai sifat sense of location dalam waktu yang lama dan dalam jarak yang jauh. Burung ini merupakan burung yang bersifat damai. Ukuran merpati jantan lebih besar dengan tekstur bulu lebih besar dan bulu leher tebal jika dibandingkan dengan betina. Jantan memiliki paruh kasar dan agak pendek, bisa mendengkur dan mengembangkan bagian lehernya, warna bulunya mengkilap. Sedangkan betina memiliki tubuh yang relatif kecil, paruh lebih tipis dan memanjang.
Berdasarkan Pengamatan di PASTY bisa disimpulkan bahwa apa yang ada pada literatur itu ternyata lebih jelas dan detail tetapi kita pun bisa memahami secara pasti bentuk tubuh setiap unggas dengan pengamatan tersebut.


Daftar Pustaka
Anonim, 2010. Solusi Persoalan Burung, http://omkicau.com/hobi-lain/perkutut/ diakses pada tanggal 11 November 2011
Cahyono, B, 2005. Ayam Buras Pedaging, Penebar Swadaya, Jakarta.
Fumihito, A., T. Miyake, S. Sumi, M. Takada, S. Ohno and N. Kondo. 1994. One Subspecies of the Red Junglefowl (Gallus gallus gallus) Suffices As the Matriarchic Ancestor of all Domestic Breeds. Proc. Natl. Acad. Sci. http://www.feathersite.com/Poultry/CGP/Rapa/BRKAyamBek.html Diakses pada tanggal 11 November 2011
Kear, Janet, ed (2005). Ducks, Geese and Swans. Bird Families of the World. Oxford: Oxford University Press.
Priyowidodo, D, 2009. Unggas Pedaging, presentasi kulih pengantar, tanggal 8 November 2009, Fakultas Kedokteran Hewan, UGM
Priyowidodo, D, 2011. Unggas Ras, presentasi kulih pengantar, tanggal 8 November 2011, Fakultas Kedokteran Hewan, UGM
Setiawan, I, 2010. Gambaran umum ayam bangkok, http://www.central-bangkok-farm.com/2010/01/gambaran-umum-ayam-bangkok.html diakses pada tanggal 11 november 2011
Susilorini, E, 2008. Budidaya 22 Ternak, Penebar Swadaya, Jakarta.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment